kantung plastik?
ya, banyaknya pengunaan kantung plastik khususnya di negara kita membuat bencana sperti banjir sangat menyukainya. seperti yang telah dilansirkan di GLOBAL Tv #morning beib, penguna kantung plastik harus membayar Rp 200/kantung plastik pada 10:52 WIB tanGgal 02/24/2016.
bayangkan saja jika kita ikut menyumbangkan komitmen kepada bumi kita untuk menolak kantung plastik (NO KRESEK) berarti kita telah melindungi bumi kita dari sampah anorganik yang gencar mengundang si banjir ini.
salah satu negara yang telah menerapkan untuk tidak menggunakan kantung plastik salah satunya yaitu California Amerika serikat.
California telah mencanangkan larangan penggunaan tas plastik. Hal ini dipertegas melalui undang-undang yang bertujuan untuk mengurangi sampah yang merusak lingkungan dan ditandatangani oleh Gubernur Jerry Brown. Pasalnya hukum ini mulai berlaku bulan Juli 2015.
"RUU ini adalah langkah di arah yang benar karena mengurangi polusi plastik di pantai, taman dan laut," kata Brown dalam pernyataan tertulis.
Larangan penggunaan pembungkus plastik sudah diberlakukan di lebih dari seratus kota di Amerika, tetapi bersifat parsial. Pada tahun 2007, San Francisco merupakan kota pertama yang melarang penggunaan tas atau pembungkus plastik, diikuti kota-kota lain. Larangan penggunaan kantong plastik dianggap sangat penting mengingat satu tas plastik dapat mencemari sungai, laut, tanah, pantai, dan berbahaya bagi hewan serta sulit melalui proses pembusukan.
Dan ternyata juga bahaya buat kesehatan tubuh ?
Pembungkus plastik pada makanan ternyata bisa membahayakan
kesehatan anda, karena plastik bungkus makanan memiliki kandungan zat kimia
berbahaya yang biasa disebut dengan BPA atau singkatan dari bisphenol A.
Bisphenol A atau BPA ini adalah bahan keras untuk proses produksi plastik
bening seperti botol dan kaleng minuman. Digunakannya bahan BPA ini karena
tahan terhadap panas dan sangat kuat, paparan zat kimia BPA ini sangat
berbahaya jika terkena tubuh setiap hari, khususnya pada anak – anak.
Memang sampai saat ini belum ada penelitian lebih lanjut
mengenai efek dari BPA ini, namun dikhawatirkan jika terlalu sering terkena
paparan BPA, akan memicu banyak risiko terkena penyakit seperti diabetes,
kelainan hati dan jantung. Hasil penelitian di China bahkan sudah
membuktikannya, bahwa para karyawan yang bekerja dipabrik plastik dengan bahan
BPA ini mengalami masalah disfungsi seksual.
Bahan pengemas yang satu ini mudah didapat dan sangat
fleksibel penggunaannya. Selain untuk mengemas langsung bahan makanan,
seringkali digunakan sebagai pelapis kertas. Jenis plastik sendiri beraneka
ragam, ada Polyethylene, Polypropylen, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan
Vinylidene Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu
rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer
ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila
terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker. Bila makanan dibungkus
dengan plastik, monomer-monomer ini dapat berpindah ke dalam makanan, dan
selanjutnya berpindah ke tubuh orang yang mengkonsumsinya.Bahan-bahan kimia
yang telah masuk ke dalam tubuh ini tidak larut dalam air sehingga tidak dapat
dibuang keluar, baik melalui urin maupun feses (kotoran).
Tips memilih kantung atau bahan Plastik yang aman untuk di gunakan
Plastik yang relatif lebih aman digunakan untuk makanan
adalah Polyethylene yangtampak bening, dan Polypropylen yang lebih lembut dan
agak tebal. Poly Vinyl Chlorida (PVC) biasanya dipakai untuk pembungkus permen,
pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan.
Sedangkan Vinylidene Chloride Resin dan Poly Vinyl Chlorida (PVC) bila
digunakan mengemas bahan yang panas akan tercemar dioksin, suatu racun yang
sangat berbahaya bagi manusia.Dioksin ini bersifat larut dalam lemak, maka
terakumulasi dalam pangan yang relatif tinggi kadar lemaknya. Kandungan dioksin
tersebar (97,5%) ke dalam produk pangan secara berurutan konsentrasinya yaitu
daging, produk susu, susu, unggas, daging babi, daging ikan dan telur. Oleh
karena itu penggunaan plastik ini sering digunakan sebagai pembungkus permen,
pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan.
Tolong berikan saran mengenai LARANGAN PENGGUNAN KANTUNG PLASTIK
LIKE DAN SHARE
No comments:
Post a Comment